Korupsi di Negeri Bencana

3 menit baca
Rustam Nasution ( Wisnu AJ)
Ditulis oleh Rustam Nasution ( Wisnu AJ) diterbitkan
SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Inilah Indonesia, Negara besar dengan jumlah penduduk terbanyak di Asia Tenggara. Hampir dua ratus juta jiwa. Negara yang katanya memiliki etika, adab ketimuran.

Namun semua itu tidak sebanding dengan akhlak para pejabatnya yang gemar melakukan korupsi menyengsarakan rakyatnya. Para pejabat tak pandang bulu untuk melakukan korupsi, bahkan dana untuk menanggulangi bencana habis di sikat.

Seperti yang terjadi di Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang terjadi baru baru ini.

Persoalan banjir, tanah longsor, gempa bumi belum selesai , kini menyusul datangnya asap akibat terjadinya Pembakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Ibarat apa yang dikatakan oleh peribahasa “ Belum habis hutang atap sudah datang hutang kajang “. Belum selesai satu persoalan sudah menanti persoalan lain.

Dari semua persoalan alam ini yang ter dampak adalah masyarakat. Banjir, tanah longsor terjadi di Aceh dan Sumatera Utara, gempa bumi di NTT, asap menunjukkan taringnya di Kalimantan dan Sumatera Selatan . Asap tidak saja berembus di dua provinsi ini, tapi melainkan juga merambah ke negara tetangga Singapura dan Malaysia. Didalam negeri asap juga berkelana sampai ke Papua, Sumatera Utara, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau.

Tragisnya, disaat bencana memerlukan penanganan dari pihak pemerintah, disaat itu pula masyarakat di kejutkan terjadinya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilembaga non kementerian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sungguh perbuatan biadab , lebih parah dari tikus got gorong-gorong yang hanya melahap sisa makanan yang dibuang ke tong sampah. Sementara diluar sana, langit Kalimantan, Sumatera, Sulawesi bahkan sampai Papua udara nya sudah berubah menjadi abu-abu yang menyesak kan.

Anak anak terbatuk darah, orang- orang tua sekarat di rumah sakit yang kekurangan oksigen. Ibu ibu menangis menatap bayi nya yang sesak nafas.

Sementara para oknum-oknum di BNPB sibuk menghitung lembaran uang bencana, seharusnya untuk memadamkan api, menanggulangi bencana terhadap masyarakat yang ter dampak bukan untuk memperkaya diri.

Bukan OTT :

Sebelum nya Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto sebelum digantikan oleh Letjen TNI Kristomei Sianturi membantah adanya OTT yang dilakukan oleh KPK dilingkungan kantor nya pada 13 Oktober 2026. Suharyanto menganggap OTT identik dengan penyerahan uang secara langsung dilokasi.

Namun bantahan Suharyanto kemudian berhadapan dengan kompirmasi resmi KPK. Tim penyidik telah mengamankan sebanyak 14 orang dalam penindakan tersebut, dan lima diantara nya termasuk adik kandung Kepala BNPB, telah dijadikan tersangka dan ditahan selama 20 hari kedelapan,

Menurut keterangan KPK dalam penindakan tersebut turut diamankan barang bukti berupa uang tunai sekitar Rp 1,14 milyar, emas batangan serta tabungan emas. KPK menduga adanya penyimpangan dalam proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, terutama yang memanfaatkan Dana Siap Pakai (DSP) yakni anggaran yang digunakan untuk mendukung penanganan darurat bencana.

Persoalan OTT yang dilakukan oleh KPK dilingkungan BNPB setidaknya menemui secercah titik terang bahwa telah terjadi dugaan penyalahgunaan dana DSP di BNPB. Dugaan boleh saja dikedepankan, namun azas praduga tidak bersalah harus dihormati.

DSP yang digelontorkan oleh negara untuk menyelamatkan ribuan nyawa masyarakat yang ter dampak, seharusnya disalurkan, bukan di endapkan disaku para pejabat dan rekanan swasta yang tega melihat kebakaran hutan sebagai ladang panen untuk mengisi lumbung pribadi.

Pada hal sehari sebelum terjadinya OTT oleh KPK, Presiden Prabowo masih memimpin rapat terbatas, memerintahkan seluruh sumber daya dikerahkan. Kepala BNPB Suharyanto hadir di istana menyampaikan laporan seolah olah semua terkendali. Sementara dibalik layar para oknum di BNPB sibuk membagi uang hasil jarahan dari penderitaan rakyat. Mereka menikmati hasil Bancakan.

Indah nama :

BNPB dibawah kepemimpinan Letjen TNI Suharyanto hanya indah nama dalam sebutan namun hina dalam perbuatan. Lembaga yang dibentuk untuk penanggulangan bencana, ternyata menjadi bencana besar bagi rakyatnya sendiri.

Apa yang dilakukan oleh oknum-oknum di BNPB mencuri di tengah penderitaan rakyat. Mereka menatap orang-orang terkapar oleh bencana dengan wajah yang tersenyum . Karena uang dan emas batangan berkilau tunai menumpuk dan aman ditangan.

Sementara rakyat menangis meminta agar bencana berlalu, akan tetapi bencana tak kunjung usai. Mereka bukan manusia yang punya hati nurani. Mereka bukan hanya sekedar koruptor, mereka adalah monster yang menjadikan penderitaan rakyat sebagai sumber kekayaan.

Di negeri ini bencana terdahsyat bukan dari kathula, gempa bumi, banjir dan tanah longsor, melainkan manusia-manusia tanpa hati nurani menari di atas penderitaan orang lain. Sementara rakyat merasa sesak, putus asa dan tak punya tempat mengadu. (*)

Tanjungbalai, 29 Oktober 2026

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 15:26

Menghalau Asap dengan Sains dan Kolaborasi Akademisi dalam Mitigasi Karhutla

Kampus punya ilmu dan jaringan untuk mencegah karhutla. Simak peran riset gambut, KKN tematik, dan konsorsium lintas kampus di wilayah rawan.

Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 14:09

Evolusi Judi dan Fenomena Bansos

Menyoroti fenomena bansos bagi pelaku judi online

Evolusi Judi dan Fenomena Bansos. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 13:10

Instrumen Bumi sebagai Komposisi Sorawatu

Setiap bunyi dihasilkan dari gelombang suara, mengontruksi logika rasa manusia. Getaran batu di pukul memiliki frekuensi yang mampu memicu ketenangan batin.

Gamelan Sorawatu. (Foto: Penulis)
Beranda 30 Okt 2026, 12:02

AMSI Awards 2026 Apresiasi Inovasi 10 Media Siber Indonesia

AMSI Awards 2026 merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026

Para pemenang di malam penghargaan AMSI Awards 2026 berpose bersama setelah acara, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) malam WIB. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 11:45

Cicadas Camping Ground: Tempat Kemah Super Luas di Sumedang

Cicadas Campimg Ground tempat kemah yang luas dan asri. Cocok untuk berkegiatan bareng teman, keluarga atau pasangan. Fasilitasnya juga lengkap.

Lapangan tempat kemah,di  kawasan Cicadas Camping Ground, Sumedang.
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 10:33

‎Dari 'Deadline' hingga 'Healing': Ketika Bahasa Inggris Masuk ke Percakapan Sehari-hari ‎

Penggunaan istilah seperti deadline, meeting, healing, overthinking, random, hingga literally menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan masyarakat terus mengalami perkembangan.

Wawancara kepada Mahasiswa: Ketika Bahasa Inggris Masuk ke Percapakan Sehari-Hari (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 08:04

Dampak ISPA dari Asap Karhutla bagi Ibu Hamil

Menurut Ns. Suryane Sulistiana Susanti, S.Kp., M.N.Sc., Ph.D. Asap Karhutla ancam Ibu Hamil dan Generasi Mendatang

Ilustrasi ibu hamil. (Sumber: Pexels | Foto: Helena Lopes)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 20:09

Mati Sebelum Berkembang, Inovasi Birokrasi di Indonesia

Sudah hampir satu Periode Rencana Jangka panjang (25 Tahun) Reformasi Birokrasi digulirkan, fakta di lapangan Birokrasi masih belum sesuai dengan yang diharapkan.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 29 Okt 2026, 19:44

Intip Serunya Theatrical 360 Audio Horror Experience di Braga CityWalk, Wahana Rumah Hantu 'Next Level' Cuma Lewat Suara

Berbeda dari rumah hantu konvensional, Theatrical 360 Audio Horror Experience menawarkan sensasi horor imersif yang sepenuhnya dimainkan lewat stimulasi indera pendengaran.

Berbeda dari rumah hantu konvensional, Theatrical 360 Audio Horror Experience menawarkan sensasi horor imersif yang sepenuhnya dimainkan lewat stimulasi indera pendengaran. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 19:08

Yang Perlu Dibicarakan Ketika Membicarakan Rencana Program Historic Urban Landscape di Kota Bandung

HUL adalah pendekatan holistik dan kerangka kerja dinamis untuk mengelola lanskap sejarah perkotaan yang terus berkembang, bukan predikat, status, yang berhenti di atas kertas dan jargon.

Salah satu gedung bersejarah di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 18:50

PA 98 Desak Polda Jabar Transparan Tangani Perkara Mahasiswa, Tolak Kriminalisasi Gerakan Demokrasi

PA 98 mendesak penghentian kriminalisasi dan intimidasi mahasiswa, transparansi penangkapan, jaminan bantuan hukum, serta perlindungan hak akademik dan kebebasan demokrasi.

Aksi aliansi masyarakat sipil dan mahasiswa Bandung dalam memperingati 2 tahun rezim Prabowo-Gibran. (Foto: Abah Omtris)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 14:50

Peran Strategis Warga Bandung dalam Gerakan Nasional Penanggulangan Karhutla

Warganet Bandung seharusnya dapat berperan dalam penanganan penanggulangan karlutha secara strategis. Sikap nasionalisme adalah bentuk empati dan tanggung jawab konkret untuk mengatasi bencana ini.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 13:06

Solusi Bijak Menangani Lahan Gambut

Memelajari metode restorasi, pengelolaan air yang tepat dan aksi nyata menjaga ekosistem demi mencegah bencana lingkungan.

Hutan dan lahan gambut. (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)